Potensi Indonesia Jadi Tuan Rumah Perkembangan Industri Baterai dan Kendaraan Listrik Dunia

Source: Unsplash @FikriRasyid

Sebagai negara yang kaya akan potensi alam, Indonesia menjadi penguasa sumber daya dan cadangan nikel dunia. Setidaknya, 30% nikel dunia yang berjumlah sekitar 21 juta MT tersebut berada di Indonesia dan tersebar ke berbagai wilayah Tanah Air. Beberapa kawasannya tersebut seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku Utara.

Tak hanya nikel, kandungan sumber daya lainnya seperti mangan, tembaga, alumunium, bahkan cobalt juga tersedia di tanah air. Sumber daya tersebut merupakan material atau komponen dalam pembuatan baterai. Hal tersebut membuktikan bahwa Indonesia sangat pantas untuk menjadi produsen terbesar industri baterai.

“Pemerintah ingin mengolah biji nikel menjadi baterai lithium untuk ponsel dan kendaraan listrik. Upaya ini akan menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan baru sekaligus berkontribusi pada pengembangan energi masa depan,”

Presiden Joko Widodo

Beriringan dengan hal tersebut, sebagai upaya pemanfaatan kekayaan alam tanah air, pemerintah mengagendakan untuk melakukan percepatan dalam memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai. Seperti yang diketahui, kendaraan listrik bertenaga baterai menjadi salah satu moda transportasi yang ramah lingkungan. Bahkan, kendaraan listrik digadangkan akan menjadi kendaraan terbaik masa depan.

Peluang dan Upaya Realisasi dari Pemerintah

Dengan adanya potensi atau peluang Indonesia sebagai tuan rumah dalam perkembangan industri baterai dan kendaraan listrik di dunia, lantas hal apa yang sebaiknya dilakukan agar mampu merealisasikan hal tersebut?

1. Produksi Baterai

Beberapa cadangan sumber daya seperti nikel, mangan, aluminium dan sebagainya diketahui sebagai komponen penyusun baterai. Indonesia sangat kaya dengan kandungan sumber daya tersebut sehingga melakukan produksi baterai menjadi langkah tepat.

Hal ini sesuai dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yakni dengan membuat Perpres 55 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Di mana dalam realisasinya, Presiden membentuk tim untuk mempercepat pembuatan dan pengembangan proyek produksi baterai kendaraan listrik.

Saat ini, dunia sedang gencar mengembangkan produksi baterai kendaraan listrik. Utamanya dalam pengembangan kapasitas baterai dan jarak tempuh yang direncanakan bisa lebih jauh dan cepat. Jika Indonesia mampu menemukan teknologi baterai tersebut, maka dunia bisa saja akan bergantung pada tanah air dalam hal industri baterai kendaraan listrik.

Source: Unsplash @mousserlane

2. Produksi Kendaraan Listrik

Sesuai dengan road map atau peta jalan Industri 4.0 di mana kendaraan listrik yang masuk pada industri otomotif masuk pada daftar 5 sektor manufaktur yang diprioritaskan. Road map tersebut sudah mulai dijalankan beriringan dengan Perpres 55 2019. Selain membuat tim untuk mempercepat proyek industri baterai, pun dibuat tim untuk mempercepat pengembangan produksi kendaraan listrik.

Seperti yang diketahui, kendaraan listrik menjadi pilihan transportasi ramah lingkungan sehingga bisa mengurangi emisi gas berbahaya atau polusi udara. Pembuatan kendaraan listrik pun terbilang mudah dan murah pasalnya listrik merupakan salah satu sumber daya yang mudah ditemukan dan tidak terbatas. Apalagi dengan kekayaan alam Indonesia sebagai tuan rumah produsen komponen material baterai.

Masyarakat dan pemerintah tentu harus berjalan seiringan untuk memanfaatkan semua peluang agar bisa menjadi produsen kendaraan listrik terbesar dunia. Apalagi tingginya minat masyarakat global dalam penggunaan kendaraan listrik tersebut, bisa mempermudah jangkauan pasar.

Unsplash @rizalfahmind

3. Perbanyak Ekspor dan Jalin Kerjasama

Salah satu langkah untuk mewujudkan potensi Indonesia sebagai tuan rumah industri baterai dan kendaraan listrik dunia, adalah dengan perbanyak ekspor. Semakin banyak produk yang berhasil diekspor, maka semakin tinggi pengakuan dunia terhadap tanah air. Apalagi dalam pembuatan baterai misalnya, diperlukan skala jumlah yang tidak bisa sedikit sehingga perlu diekspor.

Memperbanyak proses ekspor pun perlu dibarengi dengan kerjasama antar berbagai pihak. Baik itu antara pemerintah dengan masyarakat dalam hal pengembangan. Di mana pemerintah bisa bekerjasama dengan masyarakat sebagai sumber daya manusia dalam pengembangan industri tersebut. Tentu berpengaruh baik pada penciptaannya lapangan pekerjaan.

Begitu pun dengan pihak-pihak lain seperti halnya investor. Dengan catatan perlu adanya regulasi iklim ekonomi yang aman untuk memastikan bahwa pengelolaannya stabil dan tidak membahayakan. Begitu pun masalah pembukaan industri, yang sebaiknya diagendakan dengan sistem ramah lingkungan dan sumber daya tidak dieksploitasi secara liar.

Bagaimanapun, Indonesia memang punya potensi dan peluang yang sangat besar untuk pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik di dunia. Beberapa upaya tersebut setidaknya bisa dikembangkan agar peluang yang dimiliki Indonesia bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, Indonesia bisa dikenal baik oleh masyarakat global dan internasional.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *