Ini Dia Bentuk Dukungan Pemerintah akan Hadirnya Motor Listrik di Indonesia

Unsplash: @fikrirasyid

Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia masih terus berupaya mengembangkan kendaraan listrik. Dilansir dari Bisnis.com, Pemerintah menargetkan populasi kendaraan listrik pada tahun 2025 sebanyak 2,200 unit mobil dan 2,1 juta sepeda motor, atau sama saja dengan 20% dari total produksi roda dua di Indonesia. Hal ini dilakukan bukan semata-mata untuk mengurangi polusi udara saja, hadirnya motor listrik di Indonesia juga sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Keseriusan Pemerintah dibuktikan dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Menurut Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, Pemerintah saat ini fokus mengembangkan investasi untuk industri yang akan memproduksi baterai kendaraan listrik tersebut.

Pemerintah juga mewacanakan aturan kendaraan bermotor yang akan dikenakan cukai berdasarkan emisinya. Cukai ini kemudian akan disubsidikan sebagai intensif kendaraan listrik sehingga harganya akan menjadi lebih murah dari kendaraan konvensional. “Ini akan memberikan peluang kendaraan berkarbon rendah (kendaraan listrik) mampu melakukan penetrasi pasar,” pungkas Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin beberapa waktu yang lalu. 

Unspalsh: @chhndra

Dalam sebuah kesempatan lain, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Nurhayati Monoarfa memberikan wacana tentang kemungkinan larangan sepeda motor di bawah 250cc melintas di jalan nasional. Hal ini sebagai upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan motor bertenaga listrik. “Pembatasan ini tidak hanya didasari masalah kesemrawutan di jalan, tapi juga karena polusi udara yang dihasilkan dari emisi kendaraan bermotor,” jelasnya.

Dukungan lain dari Pemerintah adalah pembebasan bea balik nama untuk kendaraan listrik seperti yang tertuang pada Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020. Gubernur DKI, Anies Baswedan menyatakan bahwa kegiatan transaksi jual-beli, barter, pemberian warisan untuk kendaraan motor berbasis listrik, baik roda empat maupun roda dua, akan diberikan pembebasan pajak via balik nama.

Semesta seolah mendukung upaya Pemerintah, jika dilihat dari sisi geografis Indonesia terletak pada posisi yang strategis yang membuatnya kaya akan sumber daya alam seperti nikel, kobalt, dan mangan. Sumber daya yang melimpah ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku baterai yang menjadi komponen terpenting bagi kendaraan listrik sebagai Power Control Unit (PCU) atau unit kendali tenaga. Potensi ini hendaknya dimaksimalkan sebagai percepatan dalam mengembangkan kendaraan motor listrik di Indonesia.

Jadi, apakah kamu sudah siap menyambut era new normal dengan hadirnya kendaraan listrik di kehidupan sehari-hari?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *